Wednesday, December 12, 2007

Kelahiran dan kematian

Hari ini baru saja mendengar seorang artis yang meninggal dunia
Namun hari ini mendengar seorang rekan yang baru saja mendapatkan seorang putri
Mungkin begitulah kehidupan
Seperti sebuah siklus
Silih berganti
ada yang pergi
dan ada yang datang
agar kehidupan terus berjalan
sampai waktu yang telah ditentukan oleh Allah SWT

Wednesday, September 12, 2007

Pengembaraan

Menahan rindu sesak

dan isak

negeri ini asing


Fatahillah

Sore hari bulan Rajab menjelang 1 Ramadhan

Sunday, September 02, 2007

warm dream


Sunlight walking through my window
It is touching my face
waking me up from my morning dream

no... I am not in Indonesia yet

Fatahillah
Rehlingstrasse 12

Amat ingin bertemu, amat ingin ini dan itu

gambar diambil dari:
http://www.coastalliving.com/coastal/da/print/0,24903,733296,00.html

Wednesday, August 15, 2007

Amal yang paling dicintai Allah

...Abdullah ibnu Umar r.a. berkata : "Rasulullah saw bersabda, "Amal yang paling dicintai Allah Azza wa Jalla adalah : kamu memasukkan rasa gembira pada hati seorang muslim, atau menghilangkan kesulitannya, atau kamu membayarkan utangnya, atau kamu mengusir rasa lapar darinya...

Wednesday, August 08, 2007

Mu'min wa khosyi'in

"Sungguh beruntung orang beriman lagi khusyuk, hatinya selalu mengingat Allah setiap saat, pikirannya tidak pernah berhenti memikirkan mengenai ke Agungan-Nya, dan mudah sekali ia menangis karena rindu dan takut kepada-Nya"

Saturday, August 04, 2007

I can fly


... you shoot the moon
put out the sun...

....there will time that you believe that you could really fly....


I think, I can fly

Friday, July 27, 2007

Belajar dari kehilangan

Renungan dan nasehat ini terutama untuk diri saya pribadi.

Setiap manusia pasti pernah mengalami kehilangan dalam hidupnya entah itu berupa harta benda, teman, pasangan (suami-isteri), saudara atau bahkan pada akhirnya jiwanya.

Saya mencoba merenung, apakah kehilangan hanya sekedar sesuatu hal yang terjadi tanpa hikmah atau adakah sebuah pelajaran yang bisa ditarik ketika hal tersebut terjadi? Setelah merenung sejenak akhirnya saya merasa takjub dengan besarnya pelajaran yang dapat diambil dari kehilangan. Berikut adalah pelajaran-pelajaran yang dapat saya tarik dari kehilangan:

1. Mengajarkan bahwa dunia itu semu
Dunia itu fana. Alam materi yang saat ini kita rasakan tidaklah kekal. Harta, Jabatan, Usaha, Pasangan, Saudara, Semua. Hanya masalah waktu saja sebelum kehilangan itu terjadi. Betapa keras usaha kita untuk mempertahankannya suatu saat pasti akan juga hilang dari genggaman. Dengan menyadari dunia itu semu, sudah semestinya kita mengejar sesuatu yang kekal: Akhirat!

2. Mengajarkan tentang Siapa Pemilik Sejati
Kehilangan mengajarkan kepada kita bahwa apa-apa yang kita miliki sekarang ini sebenarnya bukanlah milik kita. Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Semua berasal dari Allah dan akan kembali kepada-Nya. Dialah Pemilik semua yang ada di langit dan di bumi. Apa yang ada pada kita sekarang ini adalah titipan. Benar-benar titipan! Kalau itu milik kita, maka bukankah seharusnya kita dapat mempertahankannya agar ia tidak hilang?

Dengan menyadari bahwa semua yang ada pada kita adalah titipan (amanah) dari Allah maka ketika titipan tersebut diambil oleh Allah kita akan merasa lebih lapang dada.

3. Mengajarkan kita untuk bersyukur
Kadang kita baru menyadari betapa berharganya sesuatu atau seseorang bagi diri kita ketika ia hilang. Namun apakah kita akan menunggu sampai sesuatu atau seseorang tersebut itu hilang untuk menyadari bahwasanya mereka begitu berarti? Itu pilihan kita masing-masing.

Selanjutnya, setelah kita menyadari akan berharganya sesuatu atau seseorang maka hendaknya kita bersyukur. Jika kita masih memiliki orangtua maka bersyukurlah dengan berbuat baik dan berbakti kepada keduanya. Jika kita masih memiliki saudara maka bersyukurlah dengan memperhatikannya. Jika kita masih memiliki anak maka bersyukurlah dengan merawat dan mendidiknya. Karena kita tidak pernah tahu sampai kapan kita akan bisa terus bersama mereka.

Kemudian jika kita masih memiliki anggota tubuh yang lengkap maka bersyukurlah dengan menggunakannya untuk beramal baik pada setiap kesempatan. Cobalah untuk membayangkan jika besok kita kehilangan mata kita? kira-kira apa yang akan kita lakukan sekarang? Akankah kita berleha-leha atau menggunakannya untuk melihat hal-hal yang buruk atau sebaliknya? Mungkin ketika kita menjadi buta barulah kita akan berkata "seandainya aku masih bisa melihat sekarang maka aku pasti akan membaca Al Quran setiap hari walau satu ayat."

Dengan mengingat bahwa apa yang kita punyai tidak kekal maka kita (seharusnya) akan senantiasa bersyukur dengan berbagai cara selagi kita masih memilikinya.


4. Peringatan
Saya pernah membaca sebuah kisah nyata. Ada seseorang yang menabung untuk naik haji. Lalu, ketika uang sudah terkumpul cobaan datang. Ia ditawari oleh seseorang untuk menanamkan modal dalam suatu bidang usaha yang keuntungannya begitu menggiurkan. Akhirnya uang yang tadinya diniatkan untuk membiayai ongkos naik haji tersebut malah dipakainya untuk investasi. Karena ia berpikir jika nanti ia mendapat keuntungan dari usaha tersebut maka uangnya bisa dipakai juga untuk ongkos naik haji. Namun, tidak lama berselang usaha tersebut habis terbakar.

Jadi ternyata kehilangan juga bisa menjadi suatu peringatan akan kekhilafan yang kita lakukan.

5. Cobaan
Kehilangan tak jarang merupakan suatu cobaan yang dapat menghapuskan dosa-dosa jika kita bersabar.

Tidaklah sekali-kali seorang mukmin tertimpa kesulitan, kecemasan, kepayahan, dan kesedihan hingga duri yang menusuknya, melainkan Allah menghapuskan karenanya sebagian dari dosa-dosanya (HR. Bukhari dan Muslim)

Adakah pelajaran lain yang anda tangkap dari "sebuah kehilangan?"

Fatahillah, Rehlingstrasse 12
revised by: budokgi
------------------------------------------------------------------------------------------------
It is my bad for being phlegmatic... but you all are meaningful for me
------------------------------------------------------------------------------------------------
a special writing for someone out there, may Allah give more patience in our heart, amin.

The Happiness lies within you


Happiness lies in your heart
Freedom lies in your heart
Your heart is the center of your feeling
Your heart is the center of your action
And for those who always remember Allah their hearts will be in tranquility
And for those who forget Allah. Their hearts, in the end will be anguish

Fatahillah, rehlingstrasse 12

Thursday, July 26, 2007

Merencanakan Masa Depan

Ada seorang kawan yang bilang kalau wanita mulai berhenti memikirkan masa depannya saat dia akan menikah sedangkan pria sebaliknya. Ia akan mulai memikirkan masa depannya ketika ia akan menikah.

Namun menurut saya seorang pria maupun wanita baru benar-benar akan memikirkan masa depannya ketika mereka mengingat akan kematian. Sedangkan mereka akan berhenti memikirkan masa depannya ketika mereka lupa akan ada kematian dan apa yang terjadi setelahnya.

Allah knows best....

Monday, July 16, 2007

Seutas cahaya di kepala

hadits dari Amru bin Syu'aib dari bapaknya dari kakeknya, bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.

Artinya : Janganlah kalian mencabut uban karena uban itu cahaya seorang muslim. Tidaklah seorang muslim tumbuh ubannya karena (memikirkan) Islam malainkan Allah tulis untuknya (dengan sebab uban tersebut) satu kebaikan, mengangkatnya (dengan sebab uban tersebut) satu derajat, dan menghapus darinya (dengan sebab uban tersebut) satu kesalahan” [Ahmad II/179, 210 –dan ini lafalnya, Abu Dawud No. 4202]

Begitu pula hadits dari Ka’ab bin Murrah Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

â€Å“Artinya : Barangsiapa yang tumbuh ubannya karena (memikirkan) Islam, maka pada hari kiamat nanti dia akan mendapatkan cahaya”[Tirmidzi No. 1634 –dan ini lafalnya-, dan Nasa’i 3144 dengan tambahan lafal ‘fii sabilillah’]

Sumber:
http://www.almanhaj.or.id/content/1308/slash/0
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Oh Allah, may this white hair grows because thinking of your religion
let it not be anything else.....
let it not be anything else

Friday, July 13, 2007

Saya sedang futur

Sumber:
http://rumahwinda.multiply.com/journal/item/127

Saya ini sedang futur...
Terbukti dengan ogah-ogahan datang ke pengajian tiap pekan.
Dengan alasan klasik...
kuliahlah, lelahlah, kerjalah, sibuklah, inilah, itulah.

Saya ini sedang futur...
Jarang baca buku tentang Islam, lagi demen baca koran.
Dulu tilawah tidak pernah ketinggalan, sekarang satu lembar udeh lumayan.
Tilawah sudah tidak berkesan, nonton layar emas ketagihan.

Saya ini sedang futur...
Mulai malas sholat malam, jarang bertafakkur.
Ba'da shubuh, kanan kiri salam, lantas kembali mendengkur.
Apalagi waktu libur, sampai menjelang dzuhur

Saya ini sedang futur...
Lihat perut semakin buncit, karena junkfood dan pangsit.
Kalo infaq mulai sedikit dan mulai pelit.
Apalagi shaum sunnah, perut rasanya ogah.

Saya ini sedang futur...
Tak lagi pandai bersyukur.
Seneng disanjung, dikritik murung...

Saya ini sedang futur...
Malas ngurusin da'wah, rajin bikin ortu marah.
Sedikit sekali muhasabah, sering kali meng-ghibah.

Ya... saya memang sedang futur....

Mengapa saya futur...???
Mengapa tidak ada satu ikhwah pun yang menegur dan menghibur???
Kenapa batas-batas mulai mengendur???
Kepura-puraan, basa basi dan kekakuan subur???
Kenapa di antara kita sudah tidak jujur???

Kenapa ukhuwah di antara kita sudah mulai luntur???
Kenapa di antara kita hanya pandai bertutur???
Ya Allah... berikan hambaMu ini pelipur...
Agar saya tidak semakin futur.
Apalagi sampai tersungkur....

Kalian tau saya sedang futur....
Sedikit dzikir, banyakan tidur.
Sahabat-sahabat tidak ada yang negur.

Kalian tau saya sedang futur....
Hati beku, otak ngelantur mikirin orang se-dulur,
Diri sendiri kagak pernah ngukur.

Kalian taulah saya sekarang....
Seneng duduk di kursi goyang,
perut kenyang hati melayang.
Mulut sibuk ngomongin orang,
aib sendiri nggak kebayang.

Kalian tau saya bengal....
Bangun malem sering ditinggal.
Otak bebal banyak mengkhayal,
sudah lupa yang namanya ajal.

Kalian tau saya begini...
Udah sok tau, seneng dipuji, ngomong sok suci kayak murrabi,
kagak ngaca diri sendiri.

Kalian tau saya gegabah...
Petantang-petenteng merasa gagah,
diri ngaku-ngaku ikhwah kalo mo muhasabah.
Diri ini nggak beda sama sampah.

Kalian tau saya sekarang sudah kalah di medan perang.
Saya pengen pulang kandang....
Ke tempat saya dulu datang.

-----------------------------------------

Buat semua saudaraku...
Kunjungilah saudaramu, tengoklah dia barang sebentar....
Mungkin keimanannya sedang berada diujung tanduk....
Mungkin keimanannaya sedang dipertaruhkan....
Raihlah dia... rengkuhlah dia...
Ajaklah dia bersama melihat terbitnya fajar kebangkitan Islam.
Ajaklah dia bersama menuju cintaNya, menuju surgaNya, menuju ampunan Nya.

Janganlah sibuk dengan diri sendiri... pedulilah dengan sekelilingmu.
Pedulilah dengan mereka yang mengharap datangnya secercah cahaya.
Jadilah orang yang bermanfaat untuk orang-orang disekitarmu.

~ Post entry ini, untuk SAYA, terutama ~

Tuesday, June 19, 2007

Sebuah kesabaran

Al Anbiya: 35
35. Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.


“Sungguh menakjubkan semua keadaan orang-orang mukmin. Sesungguhnya semua urusan yang dimilikinya itu semuanya baik, dan tidaklah hal demikian itu dimiliki kecuali hanya oleh orang-orang mukmin saja. Jika dia mendapat kesenangan maka dia bersyukur, dan itu baik baginya; dan apabila mendapatkan kesusahan dia bersabar, dan itu baik baginya.”
(HR: Muslim)

baca artikel tentang kesabaran di sini

Assalamu'alaikum warrahmatullah

An Nisa: 86
86.
Apabila kamu dihormati dengan suatu penghormatan (7), maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik, atau balaslah (dengan yang serupa). Sesungguhnya Allah memperhitungkan segala sesuatu.

Tuesday, June 12, 2007

Janganlah berputus asa dari Rahmat Allah

Az Zumar: 53-54

Bahasa Indonesia

53. Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa (1) semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

54. Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).



English
53. Say: "O ‘Ibâdî (My slaves) who have transgressed against themselves (by committing evil deeds and sins)! Despair not of the Mercy of Allâh: verily, Allâh forgives all sins. Truly He is Oft-Forgiving, Most Merciful.[2]

54. "And turn in repentance and in obedience with true Faith (Islâmic Monotheism) to your Lord and submit to Him (in Islâm) before the torment comes upon you, (and) then you will not be helped.

Monday, June 11, 2007

Rindu


Alloh
jadikan setiap kerinduan yang membuat dada ini mendesah milik Engkau semata
Alloh
kerinduan yang lain itu menyiksa jiwa
Alloh
selamatkan hamba dari siksa menyala
Alloh
isilah tiap sela rongga dada hamba dengan kerinduan menyala akan menyebut asma Mu yang Mulia
Alloh
jadikan kami menjadi jiwa-jiwa perindu ridho Mu
Alloh
jadikan kami jiwa-jiwa perindu perjumpaan dengan Engkau dan rasul Mu
Ya Rahmaan Ya Rahiim
jangan biarkan jiwa ini lelah merindui Mu
Rabbbul 'alamin
jangan biarkan jiwa ini lengah merindui Mu
Rabb pengabul do'a
jika kau tak mengabulkan do'a kami, maka siapakah yang bisa
Amiin Ya Rabbal 'alamin

Kutemukan Belahan Jiwaku

Oleh Elik Susanti

Jodoh, rejeki dan kematian adalah rahasia mutlak milik Allah SWT, Sang Maha Agung dan Bijaksana, tidak ada satu makhluk pun yang dapat mengetahuinya kecuali Sang Pemilik diri kita. Hal tersebut telah terpatri erat dalam pikiranku sejak dulu. Ini yang mendorongku untuk terus berikhtiar, istiqomah dan selalu ber-khusnudzan kepada Allah Azza wa Jalla tentang kapan saatnya tiba menemukan belahan jiwaku.

Dalam proses pencarian diusiaku yang keduapuluhenam, beberapa teman dekat mulai dijajaki, ta'aruf pun dilakukan. Dalam proses ta'aruf, salah seorang sempat melontarkan ide tentang pernikahan dan rencana khitbah. Namun herannya, hati ini kok emoh dan tetap tidak tergerak untuk memberikan jawaban pasti. Hey, what's going on with me? Bukankah aku sedang dikejar usia yang terus merambat menua? Bukankah aku sedang dalam proses pencarian belahan jiwa? Apalagi sebagai anak terakhir dari lima bersaudara, yang semuanya sudah berumahtangga, tentunya semua keluargaku sudah sangat mendambakan aku segera menyempurnakan separuh dienku, apalagi ibuku.

Sungguh teramat berat menjalani hidup dengan status lajang. Belum lagi lingkungan kerja dan di desa tempat keluargaku tinggal saat ini di mana kabar – seringnya gosip atau gunjingan – cepat menyebar, benar-benar merupakan cobaan besar yang harus dihadapi. Tetapi, semuanya aku jalani dengan penuh keikhlasan. “Ya, mungkin saya masih harus bekerja lebih banyak waktu buat masyarakat”, hanya itu yang bisa aku katakan setiap ada yang menanyakan kenapa belum menikah. “Ya, mungkin Allah masih belum mempercayakan seorang suami kepada saya dan saya masih harus belajar mengurangi ego sebelum saya menjadi seorang isteri”, kataku di lain waktu. “Ya, mungkin Allah memberi waktu saya lebih banyak mencurahkan waktu buat orang tua”, balasku ringan.

Mereka mengatakan bahwa aku adalah type 'pemilih' yang lebih suka jodoh yang tampan, kaya raya dan baik hati, dan lainnya yang serba super dan wah. Tapi, aku gelengkan kepalaku ke arah mereka karena kriteria seorang calon suami bagiku adalah si dia seorang muslim sejati yang mempunyai visi yang sama untuk membangun sebuah keluarga yang sakinah, mawaddah warahmah, bahagia dunia akhirat, satu untuk selamanya, yang mempunyai tujuan menikah tidak hanya untuk meneruskan keturunan saja, tapi untuk beribadah dan menambah keimanan kita dan bukan sebaliknya, dan itu akan terwujud jika Allah mengkaruniakan pasangan yang tepat untuk kita.

Dan aku percaya bahwa tidak akan ada yang tertukar dari pemberian Allah, Allah akan memberikan yang terbaik dan indah pada waktunya. Tapi lucunya, kalau diminta untuk mengejewantahkan ke dalam diri seseorang, jujur saja aku tidak tahu.

Again, jodoh memang benar - benar sebuah rahasia yang mutlak milik Allah SWT. Proses pertemuanku dengan sang suami pun bak cerita dongeng. Jangankan sahabat atau rekan kantor, pun jika kami kembali me-rewind proses pertemuan kami, wuih... Unbelievable! But it happened!
Subhanallah...

Suamiku adalah sosok yang biasa dan sederhana, namun justru kesederhanaan dan keterbiasaannya itulah yang memikat hati ini. Dan, alhamdulillah hampir mendekati kriteria seorang suami yang aku dambakan. Di beberapa malam kebersamaan kami, suami sering menanyakan kepadaku tentang satu hal, "Apakah kamu bahagia menikah dengan aku?"

Aku pun menjawab dengan jeda waktu sedikit lama, "Ya, aku bahagia. " Masya Allah, seandainya suamiku tahu, besarnya rasa bahagia yang ada di dada ini lebih dari yang dia tahu. Besarnya rasa syukur ini memiliki dia cukup menggetarkan segenap hati sampai aku perlu jeda waktu untuk menjawab pertanyaannya. Hanya, aku masih belum mampu mengungkapkan secara verbal. Allah yang Maha Mengetahui segala getaran cinta yang ada di hati bunda, Allah yang Maha Mengetahui segala rasa sayang yang ada di jiwa bunda. Karena, atas nama Allah bunda mencintai ayah.

Pertama kali aku kenal dengan suamiku adalah waktu itu siang hari saat bulan suci ramadhan hampir berakhir, aku sedang mengikuti ceramah Aa’ Gym kesukaanku di TV, tiba – tiba aku dikagetkan oleh dering suara telepon ”Assalamualaikum, bisa bicara dengan elik?” kata si empunya suara dari seberang sana. ”Waalaikumsalam, Iya, saya sendiri” jawabku. Taufan adalah pemilik suara di telepon itu, dia tahu identitasku dari sebuah cyber Islami yang mana aku adalah salah satu anggotanya. Akhirnya kami terlibat dalam sebuah pembicaraan.

Sebelumnya kami berdua belum mengenal satu sama lain. Hanya kesabaran, perhatian dan pengertiannya sempat mampir di dalam pikiranku. Setelah itu kami kerap berhubungan lewat telepon sekedar untuk mengobrol dan saling mengenal satu sama lain. Perkenalan kami diawali saat itu, sebelum akhirnya kami memutuskan untuk ta’aruf. Di sinilah aku merasakan kuasa Allah yang sangat besar, ternyata kami banyak menemukan kecocokan dan sepertinya dia seseorang yang bisa diajak menggapai surga dunia dan akhirat.

Namun beberapa hari kemudian, entah kenapa wajahnya yang kulihat lewat foto yang dia kirim ke emailku mulai hadir di pikiranku kembali. Ternyata hal yang sama pun terjadi di pihak sana. Kami pun sepakat untuk melakukan istikharah. Subhanallaah, tidak ada kebimbangan sama sekali dalam hati kami berdua untuk menyegerakan hubungan ini ke dalam pernikahan. Namun saat ini aku harus bersabar menunggu sampai dia pulang dari negeri sakura, karena saat itu dia sedang ada di negeri itu untuk bekerja, kembali kesabaranku diuji.

Penantianku selama 7 bulan ternyata membuahkan hasil, setelah Taufan kembali dari negeri sakura, dia dan keluarganya mengkhitbahku. Mungkin ini buah kesabaran yang Allah berikan kepada kami. Kami rasakan 'tangan' Allah benar-benar turun menolong memudahkan segala urusan. Sujud syukur kami berdua, karena semua acara berjalan begitu lancar, dari mulai dukungan seluruh keluarga, urusan penghulu dan pengurusan surat-surat ke KUA.

Maha Suci Allah, hal tersebut semakin menguatkan hati kami, bahwa pernikahan ini adalah rencana terbaik dari Allah SWT dan Dia-lah Pemersatu bagi perjanjian suci kami ini. Dalam isak tangis kebahagiaan kami atas segala kemudahan yang diberikan-Nya, tak pernah putus kami bersyukur akan nikmat-Nya. Insya Allah, pernikahan kami merupakan hijrahnya kami menuju kehidupan yang lebih baik dengan mengharap ridha Allah, karena perkenalan itu berawal saat bulan suci ramadhan, saat Allah membukakan pintu maaf dan mengabulkan semua doa umatNya yang memohon kepadaNya.

Akhirnya setelah sekian lama aku mengembara mencari pasangan hidup ternyata jodohku adalah orang tak pernah kuduga selama ini. Inilah rahasia Allah SWT yang tidak pernah dapat kita ketahui kecuali dengan ber-khusnudzan kepadaNya. Percayalah, bahwa Allah SWT adalah sebaik-sebaik Pembuat keputusan. Serahkanlah segala urusan hanya kepada Allah semata, percayalah selalu akan janji Allah di dalam firman-Nya, "Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir. " (QS. Ar-Ruum: 21).

Jangankan manusia, hewan dan buah-buahan pun diciptakan Allah berpasangan. Ber-khusnudzan selalu kepada-Nya bahwa, entah esok, lusa, satu bulan, satu tahun atau bahkan mungkin sepuluh tahun nanti, dengan izin Allah, jodoh kita pasti akan datang. Pasangan jiwa yang terbaik yang dijanjikan dan dipersatukan-Nya dalam perjanjian suci yang disebut pernikahan.

Di saat umurku yang makin bertambah dan saat peluang menikah semakin memudar seperti anggapan sebagian orang, di tengah tatapan sinis sekelilingku, aku mampu memupuk keyakinan bahwa suatu saat, cepat atau lambat, Allah akan memberikan apa yang kuminta. Bahwa suatu ketika balasan itu pasti datang. Hari ini aku melihat bukti nyata hasil kesabaranku. Rangkaian panjang do’a-do’aku yang tak pernah putus terkabul sudah.

Sikap bersahabatku kepada setiap orang yang selalu mempermasalahkan statusku sungguh telah berbalas dengan sebaik-baik balasan, mempertemukanku dengan seseorang yang teguh dalam menjalankan perintah Allah dan Rasul-nya, yang meskipun lebih muda dariku, tapi lebih memandang jiwa daripada rupa. Hari ini aku menyakini bahwa bersabar memang pekerjaan yang sulit, tetapi bukan hal yang tidak mungkin dilakukan dan sungguh kita pasti akan memetik buah kesabaran kita, sebagaimana dikatakan, “Sungguh akan dipenuhi bagi orang-orang yang sabar pahala tanpa hitungan” (QS Az Zumar 10).

Bersabar bukan hanya sekedar kerelaan menunggu atas tertundanya suatu keinginan, bukan hanya sekedar kemampuan menerima setiap masalah dengan lapang dada. Lebih dari itu, bagi seorang muslim bersabar adalah manifestasi kepercayaan akan keberadaan Rabb-nya, bentuk nyata prasangka baiknya kepada Sang Khalik yang Maha Mengetahui, Maha Mengasihi dan Maha Penolong. Bersabar juga adalah wujud keyakinan yang muncul dari lubuk hati akan segala nikmat dan karunia yang diberikan Allah dan bentuk kemampuan untuk mempergunakannya dengan optimal.

Seorang muslim yang bersabar akan selalu memandang jauh ke depan dengan penuh optimisme. Bersabar berarti mampu memandang dengan sisi yang berbeda setiap kendala. Ketika merasakan betapa sulitnya menggapai suatu usaha, aku yakin bahwa setiap tetesan peluh kita menyimpan makna. Ketika merasakan sesaknya himpitan masalah, kita akan melihat pelajaran berharga yang bisa kita petik dari kesulitan-kesulitan yang menerpa kita dan menjadikannya sebagai tonggak meraih harapan-harapan dalam hidup kita. Jika kita merasa belum mendapatkan keinginan kita, maka kita akan semakin rajin menempa diri, memperbaiki diri, mengkoreksi diri mencari sebab mengapa do’a do’a kita belum juga dikabulkan.

Semoga tulisan ini dapat mewakili perasaan dan harapan ade, yang mungkin sulit untuk ade ungkapkan dalam kata – kata. Semoga doa kita dikabulkan-Nya. Amin. I hope this is our Endless Love

Sesungguhnya tak pernah sang kekasih mencari tanpa dicari oleh kekasihnya Apabila kilat cinta t'lah menyambar hati ini Ketahuilah bahwa ada cinta dalam hati yang lain.

Apabila cinta Allah bertambah besar di dalam hatimu pastilah Allah menaruh cinta atasmu. Tak ada bunyi tepuk tangan hanya dengan satu tangan.

Kebijaksanaan Ilahi adalah takdir dan ketetapan yang membuat kita cinta satu dengan yang lain Sampai akhir hingga dunia akan terpelihara oleh kesatuan kita

God know what we need not what we want

Sumber:

http://eramuslim.com/atk/oim/7608145416-kutemukan-belahan-jiwaku.htm

Sunday, June 10, 2007

Dari balik jendela kereta

Di balik jendela kereta, aku melihat seorang wanita. Sedang duduk asik membaca majalah di ruang tunggu di "bahnsteig"*. Di sampingnya duduk seorang pria setengah baya yang sedang asik menyedot dan mengepul-ngepulkan asap rokok ke udara. Lalu kulihat wanita tersebut berpaling ke arahnya dan berkata-kata. Sepertinya wanita tersebut mencoba mengingatkan bahwa jangan merokok di sana karena daerah tersebut adalah non-smoking area.

Sekarang aku melihat wanita tersebut mengacungkan tangannya dan menunjuk ke daerah "Free smoking area". Kuterjemahkan: eh pak, kalau mau merokok di sana dong, tuh ada daerah bebas ngerokok! Jangan di sini dong! (capee deh)

Namun, sang Pria "belegug", tampak angkuh, wajahnya dingin seperti mafioso atau mungkin, Robert De Niro. Masih asik berkutat dengan rokok filternya yang terselip dangkal di bibirnya. Sekali lagi wanita tersebut mencoba meyakinkan sang Pria namun pria tersebut acuh saja, tanpa ekspresi sedikitpun.

Merasa jengah omongannya tidak digubris. Sang wanita mencoba taktik lain. Lirikan mata sinis! Tajam! Aih, tiba-tiba aku ingat bagaimana Singa ketika memamerkan taring-taringnya untuk menggertak musuhnya.

Dan, akhirnya sang pria tersebut pun minggat dari tempat duduknya menuju "Free smoking area". Wah, usaha yang gigih dari sang wanita tersebut akhirnya membuahkan hasil, pikirku.
Tepat pada saat ku berpikir seperti itu, sang Pria mematikan rokoknya dan menuju ke dalam kereta yang kutumpangi dan beberapa menit kemudian kereta pun berangkat.

Ups, tampaknya sang Pria pergi bukan karena usaha sang Wanita tersebut. Tapi karena memang keretanya akan segera berangkat!

Aaah life!

Istilah:
Bahnsteig: Peron
Belegug: Tidak sopan


Pelajaran/ Ibrah:

Pertama
Semangat nahi munkar dari Sang Wanita untuk mengingatkan kepada Sang Pria tentang aturan yang berlaku. Sepertinya bagi sebagian diri kita, termasuk penulis, hal ini agak jarang kita lakukan. Dengan macam-macam alasan: takut nanti orang tersebut tersinggung, tidak mau ambil pusing dengan hal sepele, dan lain-lain.

Ada ungkapan menarik dari orang di sini (Jerman) ttg diri mereka sendiri: bahwa setiap orang Jerman adalah polisi kecil. Jika mereka melihat ada orang lain di sekitar mereka melakukan pelanggaran maka mereka akan segera menegur orang tersebut. Bahkan walaupun mereka punya kesibukan mereka akan selalu punya waktu untuk menegur seseorang yang melakukan pelanggaran. Dalam beberapa kasus, mereka bahkan akan langsung menelepon polisi.

Kedua
Sepertinya imajinasiku berlebihan ^_^'

Ketiga
Ayo kembangkan sikap saling menghargai. Bagi para perokok, ayo dong tahan sebentar untuk merokok di tempat umum. Malah lebih baik kalau sedikit demi sedikit meninggalkan kebiasaan tersebut. Pas ada keinginan merokok, buru-buru uangnya dimasukkan ke kotak amal. Anda dapat dua amal kebajikan: meninggalkan amal perbuatan yang sia-sia dan berinfak.


Fatahillah, Rehlingstrasse 12

%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Now you can see how amazing what could human do with his imagination! :-D
I did not hear their conversation
I just translate their gestures and expressions
May be what happened was totally different with what I had in mind
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%

Tuesday, June 05, 2007

Tulisan Tulus

Tulisan tulus dari hati dapat menggugah jiwa
Karena hati hanya bisa mengerti bahasa hati
Tidak peduli berapa jauh jarak penulis dengan pembacanya
Tak peduli berapa tahun lagi tulisan tersebut akan dibaca
Ia akan selalu menggugah jiwa

------------------------------------------------------------

I believe that we can transfer our emotion (love,hate, sad, happy, etc) through our writing
If we are involving our emotion when we are writing, somehow, our reader could got the message in their heart (not in their brain)
------------------------------------------------------------
Fatahillah

(couldn't sleep, i got an allergy I guess, my entire body feel itchy)
((really want to send a message to someone.... but I know it is not the right time))

Semu

Orang-orang tertawa
Orang-orang gembira
Namun ketika ku melihat jauh ke depan
Rasanya sulit bagiku untuk tersenyum.....



------------------------------------------
Oh Allah, berikanlah syafaat-Mu kepada kami pada hari yang sangat berat tersebut
Hari di mana kebanyakan manusia tertunduk lesu

Wednesday, May 30, 2007

*Eminence star*

The star is bright
and it is getting brighter
I would like to see it everyday
and every moment
Yet, it is time not to see the star
It is not yet night, meine freunde

Allah...
I hope the night come soon
Allah...
Permit me to see the star

Oh, eyes don't be dark before the dark
since can not me bear this desire
since can not me hold this wish

to see the star
my eminence star
*aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa*

Learn is never ending thing huh?

So many things that I don't know
I'm lagging behind...
I am stupid
.
.
.
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
the more you learn the more you feel stupid! (so don't learn? hehehe... that's wrong inference)
the more you learn, the more you confused also (but confused is a process to understand)

hey, what's going on here....??

nothing, I am just try to cheers my self up

Sunday, May 27, 2007

Kesabaran yang diuji

I've been waiting for 4 years for this
and now, another 2 years
I'm OK
but when there is also s.one whose waiting for me there
I'm OK
but what about that s.one

more years still OK for me but
Will you be OK?
.
.
.

May Allah give us reward for our patience, amin.

Fatahillah, Rehlingstr. 12
Freiburg

Thursday, May 24, 2007

Bersyukur

"Adalah Nabi Sholallahu'alaihi wa sallam shalat hingga kedua telapak kaki dan betisnya bengkak. Aisyah ra berkata kepada beliau, "Mengapa Anda mengerjakan yang demikian? Bukankah dosa Anda yang telah lalu maupun yang akan datang telah diampuni?" Beliau Rasulullah saw menjawab, "Apakah tidak sepantasnya jika aku menjadi seorang hamba yang selalu bersyukur?"(HR bukhari dan Muslim)

Wednesday, May 23, 2007

Deep Supplication

Ya Arhamarrahimin, ya arhamarrahimin
Allahumma Shalli 'ala Muhammad

Ya Allah Rabb mudahkanlah jangan dipersulit, sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Ya Rabb mudahkanlah jangan dipersulit, sesungguhnya Engkau Maha Pemberi rejeki.

Ya Rabb mudahkanlah jangan dipersulit. Amin.

................................................................................................................................................................
Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui apa-apa yang tersimpan jauh di dalam hati
Jika Engkau tidak mengabulkannya, maka siapakah yang bisa?

Tuesday, May 22, 2007

Pak tani dan cangkulnya


Siang hari itu terik sekali
Pak tani mencangkul sawahnya
Dengan caping dan celana hitam selutut
Sesekali dia menyeka keringat di wajahnya
Pegal rasanya setelah seharian mencangkul dan menanam
Angin semilir menyejukkan dirinya
Ibu tani datang membawakan se teko teh pahit hangat
dan juga serantang makanan
berjalan dan menyapa Pak tani dengan senyumnya
suara lembutnya

Senyum pak tani mengembang lebar
beban di pundaknya menghilang


Fatahillah, 22 May 2007

----------------------------------------
just wanna be like that peasant: simple happy life

Tuesday, May 15, 2007

Cara Menyucikan Hati

1. Introspeksi diri
2. Perbaikan Diri
3. Tadabbur Al Qur'an
4. Menjaga Kelangsungan Amal Saleh
5. Mengisi Waktu dengan Zikir
6. Bergaul dengan Orang-Orang Saleh
7. Berbagi Kasih dengan Fakir, Miskin, dan Yatim
8. Mengingat Mati
9. Menghadiri Majelis Ilmu
10. Berdo'a kepada Allah swt*

*
'Ya Muqallibal quluub, tsabbit qalbii 'alaa diinika (Wahai yang membolak-balikkan qalbu, tetapkanlah qalbuku pada agama-Mu)."

summarized from:
http://www.percikan-iman.com/modules.php?name=Datanya&op=detail_atanya&id=126

Wednesday, May 02, 2007

Pekerjaan

Alhamdulillah selesai juga
terus berjuang, dan jangan menyerah


"mengasah ide-ide yang dimiliki. Kemampuan yang ada terus ditingkatkan tanpa pernah mengeluhkan kekurangan yang ada. Konsentrasi dengan kelebihan yang dimiliki menjadi tangga utama untuk meraih kesuksesan."
(http://www.cybermq.com/index.php?topikutama/detail/4/252/topikutama-252.html)


Fatahillah
Tennnenbacherstraße
.......membayangkan negeri di seberang lautan yang sudah lama tak dipijak

Friday, April 27, 2007

Hembusan angin musim semi



hembus angin sore hari mengantarkan wanginya bumi
selepas rintik-rintik gerimis
----------------------------------------

mengeluh, manusia memang banyak berkeluh kesah
lebih banyak melihat apa yang tidak dipunyainya
ketimbang apa yang dipunyainya sekarang
ketika hilang, barulah dia menyadari pentingnya hal yang dulu tak pernah dipedulikannya itu

masa muda,kesehatan, waktu, ilmu, uang,keluarga, istri, anak, iman dan Islam serta segudang nikmat lainnya

seakan jiwa ini sekumpulan binatang buas yang sangat lapar
tidak
bahkan lebih dari itu, karena teruslah ia merasa lapar

.,
Hai Jiwa mengapakah kau lengah!
Untaian mutiara, sungai dan telaga
semua, lebih dari yang kau pernah dan bisa bayangkan!
melebihi "Burj-al-Arab", Bora-bora dan dunia seisinya
ya, Jiwa! Lebih dari itu semua!

Mengapa lengah!
Kepakkan terus sayapmu
tembuslah langit itu!
,.


Fatahillah, Rehlingstraße 12

Thursday, April 19, 2007

Nasihat Bagi yang Masih Hidup (hatinya)

Kematian adalah sebuah nasihat. Nasihat bagi yang masih hidup bahwasanya suatu saat episode kehidupan kita akan berakhir juga. Berakhir dan memasuki episode baru. Episode baru yang skenarionya sangat tergantung dari bagaimana 'permainan' kita dalam episode sebelumnya.


Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

[1] Demi masa. [2] Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, [3] kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran.

“Orang cerdas adalah orang yang menghisab dirinya dan beramal untuk kehidupan sesudah mati. Sedangkan orang yang lemah adalah orang yang memperturutkan keinginan hawa nafsunya dan mengangan-angankan mendapatkan sesuatu dari Allah.”

(HR. Imam Ahmad)*[1]



source:
*[1] http://radio.myquran.org/blog/?p=11


"Teruntuk temanku Ari Zemiarta Gusti yang telah mendahului kami semua menghadap Allah SWT. Allahummagfirlahu, warhamhu, wa'afihi wa'fuanhu" amin.

Saturday, April 07, 2007

Tunas muda


Lihatlah bagaimana bunga bermekaran
setelah gugurnya dedaunan
Menyembul dari onggoknya serasah tua
berkas-berkas kehidupan muda

Bunda, Lihatlah
anak tadi pagi main lakon bocah petang

Sekarang kujalani peran
Lakon berabad lampau

Apakah kita semua pemain drama
yang terjebak dalam mayapada kehidupan



(Fth, Rehlingstr 12)

Wednesday, March 28, 2007

Puisi dan Penggemar

Kausalitas
Apakah logika ini selalu berlaku di dunia ini
adakah kerangka berfikir ini invalid
atau adakah antitesisnya?
Kalau ada yang berhasil menemukan hal tersebut
mungkin dia bisa mendapatkan hadiah nobel
Satu hal yang kuketahui
Sebab terjadinya sesuatu hal bisa disebabkan oleh faktor tunggal atau kompleks
Begitu kompleksnya sehingga kadang-kadang ilmuwan berkata
"I can not give you the exact answer to it because it is just too complex"

contoh:
CINTA
dapatkah anda memberikan alasan mengapa anda jatuh cinta? Kalau ya, apakah anda yakin benar-benar karena hal tersebut saja anda jatuh cinta?

"I love her because she has beautiful eyes"
OK, sekarang semisal dia bisa mencopot matanya dan memberikannya ke kamu apa kamu bisa mencintai "matanya" saja? Nah lho.... Horor banget.
Jadi? Ternyata bukan hanya karena matanya saja bukan? tapi karena kamui menyukai dia sebagai satu kesatuan yang utuh!

Sekarang pertanyaannya:
1. Apakah bisa seseorang jatuh cinta kepada seseorang karena puisi yang ditulisnya?
2. Saya sebenarnya nulis apa sih? :-D

§§§§§§§§§§§§§§§§§§§§§§§§§§§§§§§§§§§§§§§§§§§§§§§§§§§§§§§§§§§§§
Barangsiapa menabur angin dia akan menuai badai
tapi kenapa ya, kok
Air susu dibalas dengan air tuba
§§§§§§§§§§§§§§§§§§§§§§§§§§§§§§§§§§§§§§§§§§§§§§§§§§§§§§§§§§§§§


sekali lagi
sebenarnya aku nulis apaan sih? :-D
gak jelas deh
repot deh
capek deh
udah deh
plis deh

udah dong

ya deh

Monday, March 26, 2007

tekad

Oktober 2007
See you Indonesia
Aufwiedersehen.... Deutshland
Amin....





-----------




wish could articulate my thoughts better :-(

Sunday, March 25, 2007

ikhlas


ah... manusia memang pelupa
ikhlas....
ikhlas....
ikhlas....

kata sederhana yang menjadi salah satu kunci diterimanya amal
kata sederhana yang sering kulupa dalam implementasinya

untung seorang teman mengingatkanku tadi
ikhlas, berbuat sesuatu semata-mata hanya karena Allah.
ikhlas, amalan hati yang dapat terpancar melalui perbuatan

---------------------------------------------
ano... jaya-san ganbatte ne! don't give up!

Wednesday, March 14, 2007

Count in Finnish


1 yksi (read: Uksi)
2 kaksi
3 kolme
4 neljä (read: neljah)
5 viisi
6 kuusi
7 seitsemän (read: seitsemahn)
8 kahdeksan
9 yhdeksän (read: uhdeksaan)
10 kymmenen (read: kummenen)

more numbers?
taken from "Osatko laskea suomeksi?" (can you count in Finnish)
http://www.tooyoo.l.u-tokyo.ac.jp/~kmatsum/corpus/cgi-bin/finest_num.cgi?choice=fin

Friday, March 09, 2007

Surat dari ammi buat para jagoan


fa, mi, gi, ammi rindu kalian
kangen.... sekali
ingin rasanya ammi bertemu dan memeluk kalian
walau dalam mimpi dan sekejap saja

fa, mi, gi, serasa ammi mengangkat kalian semua
walau tangan ammi kecil
ammi gini-gini jagoan lho...

fa, mi, gi, kalian sekarang punya adik baru
ingin sekali ammi melihatnya
namun ammi belum bisa pulang sekarang
jaga adik kalian ya jagoan-jagoan ammi
sampai ammi pulang nanti

nanti ammi bawakan oleh-oleh
oleh-olehnya, ya... ammi sendiri :-)

Peluk kangen,
Ammi Fatahillah

Freiburg 19 Safar, 1428
Tennenbacher str.

Sunday, March 04, 2007

Sepucuk surat koyak untuk bidadari


Wahai bidadari di mana pun engkau berada
Wahai yang lebih indah dari kerlip bintang di malam hari yang hening
Duhai engkau permaisuri negeri atas awan
Sungguh, cinta. Aku di sini berdoa dengan debaran harap dan resah
Sungguh, sayang. Di sini aku menanti pula hari itu
Oh, beginikah rasa rindu Adam kepada Siti Hawa
Namun, dimanakah arafah dan Hawa itu?

Wajah ini perlahan tertunduk
Hati ini terasa beku walau musim semi datang
Namun ketika hampir saja ia mati kedinginan
Derai embun pengharapanmu di setiap malam melelehkannya
Di sini. Masih ada tunas yang bertahan

-------------------------
Freiburg Hauptbahnhof
14 Safar 1428

Saturday, March 03, 2007

Pertanyaan usang


Ku bertanya apa itu cinta?
Mabuk tanpa candu
Mabuk tanpa arak

Ku bertanya apa itu cinta?
Sesak walau udara banyak
Sesak walau jantung berdetak

Ku bertanya apa itu cinta?
Yang karenanya beribu pena kering sudah
Yang karenanya berjuta mata basah telah
Yang karenanya banyak hati berbuncah-buncah

Dunia hanya hening saja
Sepertinya dia sudah lelah menjawab
Dan aku di sini tertunduk
Mendengar cinta mencampakkan cinta

-------------------------------------
Fatahillah
Auwaldstrasse 98
Freiburg
79110


ketika merenung tentang arti cinta
dan cara meraihnya....
You see, You hear, You know......

Monday, February 12, 2007

Hidupku masa lalu, masa depan dan hari ini.....

11 February 2007, 18:28

Kemarin telah berlalu. Hari esok tak tentu.
Masa lalu adalah ladang introspeksi, bukan penyesalan. Penyesalan perlu ketika memohon ampunan. Bukan menjerumuskan diri ke lembah keputusasaan.
Hari esok perlu untuk direncanakan namun jangan terlalu berangan-angan.
Kita hanya hidup pada hari ini. Karenanya, gunakan hari ini sebaik-baiknya untuk menginstropeksi diri, merencanakan masa depan dan bekerja.

Dengan mengucap Bismillahi tawakkaltu 'allallahi, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah* aku melangkah menapaki lembaran baru ini.

*HR. Abu Daud dan Tirmidzi, artinya:
"Dengan menyebut nama Allah, aku menyerahkan diriku kepada Allah dan tidak ada daya dan kekuatan selain dengan Allah saja."

Ket:
merupakan doa yang sebaiknya dibaca ketika kita keluar dari rumah

Referensi:
Buku Do'a karya Dr. Miftah Faridl.2004. Penerbit Pustaka. Bandung.


Fatahillah
Auwaldstrasse 89
Freiburg


"Lebih banyak tugas dan pekerjaan yang harus kita selesaikan dibandingkan waktu yang kita punya."

Sebuah pelajaran kehidupan, "Perjalanan Menuju Ar Rahiim"

11 February 2007, 18:12

Fakta bahwa aku masih bernafas hari ini dan detik ini.
Hingga aku masih bisa menuliskan kalimat ini
adalah bukti bahwa Allah masih memberikan kesempatan Kepadaku
Kesempatan untuk memperbaiki diri
Kesempatan untuk memperbanyak bekal menuju-Nya
Jatuh dan bangun adalah bagian dari kehidupan manusia, bagian dari sebuah "Pelajaran Besar". Pelajaran kehidupan.

Seperti seorang bayi yang sedang belajar berjalan. Jatuh merupakan bagian dari pelajaran berjalan bagi sang bayi.
Namun bagi kita, mungkin "jatuh" itu bagian dari pelajaran berjalan menuju-Nya atau mungkin bagian dari pelajaran berlari menuju-Nya. Berjalan atau berlari menyongsong dengan penuh cinta, takut dan harap.
Oleh karena itu "Aku akan terus berjuang untuk menjadi lebih baik!" Oh Allah, kuatkanlah kaki ini.

Fatahillah
Auwaldstrasse 89
Freiburg

Wednesday, February 07, 2007

”one grain of rice can tip the scale” (Mulan 1)


Kata-kata yang diucapkan kaisar ketika memutuskan untuk merekrut prajurit

Penasehat kaisar berkata bahwa pasukan kerajaan sudah cukup untuk menjaga wilayah kerajaan dari serbuan musuh

Namun kaisar berkata ”Bahkan satu butir beras bisa merebahkan timbangan”. Perbedaan kecil bisa menjadi kunci kemenangan! Wah bijak sekali.

winter dialogue


Anak: Bunda, tadi malam aku mimpi bunda

Bunda: Oh ya sayang. Mimpi apa tadi malam?

Anak: (mukanya memerah dan kepalanya tertunduk)

Bunda: (mengerutkan dahi) kenapa mas

Anak: (menatap wajah bunda) mmmh.... malu ah bunda

Bunda: (menatap dengan wajah teduh sambil mengelus kepala anaknya, tersenyum)

Wednesday, January 31, 2007

"Novel kehidupan"

Kehidupan manusia

Dipenuhi oleh banyak peristiwa

Cinta, senyum, kegembiraan, keceriaan, persahabatan

Kebencian, kegalauan, kesedihan, kemurungan, permusuhan

Jatuh, bangun

Dari manusia pertama hingga akhir zaman

Andai setiap kehidupan manusia dicatat dalam sebuah buku

Sebanyak itulah novel-novel kehidupan

Perjuangan panjang mencari makna diri

Perjuangan panjang mencari makna kehidupan


Fatahillah, Tennenbacher str






---------------------------------

Those kind of lectures never been easy for me....

:-&

game theory......






Friday, January 26, 2007

Puisi aneh

Setiap orang pasti pernah mengalami apa yang dinamakan dengan jatuh cinta
Kadang-kadang orang yang sedang dimabuk asmara akan menjadi aneh
Karena apa pun yang dilihatnya menjadi indah

Misal:

Membuat puisi, yang mungkin menurut dia indah waktu itu namun setelah dia membacanya lagi di kali yang lain dimana keadaan hatinya sedang "adem". Dia akan mengerenyitkan dahinya sambil berkata "hah... aku pernah membuat puisi aneh kayak gini?" Bahkan bukan tidak mungkin dia akan merasa malu membacanya kembali.

Mengapa hal tersebut bisa terjadi? Analogi yang tepat mungkin seperti ini. Kalau seseorang menyanyi sambil mendengarkan lagu yang dinyanyikannya dengan head set (apalagi kalau volumenya digedein). Seakan-akan suara yang dikondangkannya merdu, mirip dengan suara yang didengarnya di headset. Setidak-tidaknya inilah yang kurasakan beberapa kali dari temanku yang sering menyayi sambil menggunakan headset. Pusing boo... ABCDEFG (aduh booo capek deeh eke fusing gila).

Ada lagi efek-efek jatuh cinta yang anda tahu?


Fatahillah
Tennenbacher Straße

Wednesday, January 24, 2007

a dialogue with an old friend

tell me how does it feel
actually, there is no word in the dictionnary that could express how nice it is
peace of mind, satisfaction, optimism, settlement
those are some words
but still it could be the opposite if the choice was wrong
heheh
u right
it is like a sword
------cut---------

Thursday, January 11, 2007

Allah is enogh for me



When he was thrown in the well
or locked in the dungeon
betrayed by his own flesh and blood
convicted of what he did not
handsome Yusuf sighed
Allah is enough for me!
-----------------------------
Taken in as a slave
made to work night and day
resisting all temptation
Allah is enough for me!
Until the king had a dream
Many hard years had gone by
patience and repentance
Allah is enough for me!
Till...the fortunate day
there he sees his father
in the land of content
Allah is enough for me!
Handsome Yusuf cried
Allah is enough for me!
Every night brings a new day
Allah alleviates all pain
Everything has its end
Allah is enough for me!
Everything has its end
Allah is enough for me!
Allah is enough for me!

Saturday, January 06, 2007

Rindu

Dulu, kini, tak pernah berubah rasa itu
Semenjak gelap gulita melingkungi hingga kini
Rasa itu masih sama
Kebodohan, kemalasan, dan ketidakdewasaankulah yang membuat rasa itu kadang berubah
Hamba berharap rasa rindu ini akan tetap ada selamanya
Rindu, ya, aku sangat rindu
Kangen, ya, aku sangat kangen
Tak terperi


(fatahillah, gilgenmatten 33)
Saturday 06 januari 07' 23:59

Friday, January 05, 2007

Bunda aku malu

dari sebuah komentar di postingan multiply.com

tul itu ... kecil bagi kita tapi akan sangat besar artinya bagi orang lain. Saya salut dengan semangat orang2 kampung yang hanya berjualan di pinggir jalan untuk semangat mereka dalam berqurban dengan menyisihkan Rp. 2.500/hari selama 10 bulan. Nah ... bagaimana dengan kita, ya ???
-------------------------------

Bunda.... aku malu :´-(

AKHLAK DAN NASEHAT SALAF DALAM HAL MENGINGAT MATI DAN AKHERAT

Dari Hani' (sahaya Utsman) ra dia berkata, 'Sesungguhnya bila Utsman
melewati suatu pemakaman, maka dia berhenti sejenak dan berurailah air
matanya hingga membasahi jenggotnya. Lalu dia berkata, 'Aku mendengar
Rasulullah saw bersabda,

"Aku tidak melihat pemandangan yang paling buruk melebihi
tempat pemakaman."

Dan aku juga mendengar Rasulullah saw bersabda:

"Sesungguhnya pemakaman adalah kediaman pertama dari beberapa
kediaman akherat. Jika seseorang lolos darinya, maka apa yang
akan dialaminya setelah itu adalah mudah. Tetapi jika tidak lolos,
maka apa yang akan dihadapi bakal menjadi semakin sulit." [HR
Ibnu Majah, Tirmidzi; sanadnya HASAN]
------------ --------- --------- --------- --------- --------- -

Dari Ibnu Syaudzab, dia berkata, 'Tatkala Abu Hurairah ra berada di
ambang kematian, tiba-tiba beliau menangis. Orang-orang bertanya, "Apa
yang menyebabkanmu menangis ?" Beliau menjawab, "Jauhnya perjalanan,
sedikitnya perbekalan dan banyaknya aral rintangan. Sementara tempat
kembali, bisa ke surga, bisa juga ke neraka." [Shifatus Shofwah:
I/694]
------------ --------- --------- --------- --------- --------- -

Dari Qasim bin Muhammad, dia berkata, 'Kami pernah bepergian
bersama Ibnul Mubarak. Seringkali terlintas dalam benakku, "Mengapa
gerangan lelaki ini diutamakan atas diri kami, sehingga dia
demikian terkenal di khalayak ramai ? Kalau dia sholat, kami
juga sholat. Kalau dia puasa, kami juga puasa. Kalau dia berjihad,
kami juga berjihad. Kalau dia berhaji, kami juga berhaji."

Di tengah perjalanan kami, ketika kami sampai di negeri Syam
pada malam hari, kami makan malam di sebuah rumah, tiba-tiba lampu
padam. Maka salah seorang di antara kami segera mengambil
lampu. [atau diriwayatkan dia keluar mencari sesuatu untuk
menyalakan lampu beberapa saat, kemudian datang dengan membawa lampu]

Tiba-tiba kulihat wajah dan jenggot Ibnul Mubarak sudah ditetesi
air mata. Aku berkata pada diriku sendiri: "Karena rasa takut
(ketakwaan) inilah lelaki ini diutamakan atas diri kami. Barangkali
ketika lampu padam, keadaan menjadi gelap, ia teringan dengan
Hari kiamat." [Shifatus Shofwah: IV/145]
------------ --------- --------- --------- --------- --------- -

Ibnu Basyir rohimahullah berkata, 'Suatu ketika, kami melewati
pekuburan bersama Ibrahim bin Adham. Kemudian beliau mendekati
beberapa makam dan meletakkan tangannya di atasnya, ia berkata,
"Semoga Allah 'Azza wa- Jalla merahmati anda wahai fulan."

Kemudian beliau mendatangi makam lain dan mengucapkan kata-kata yang
sama. Demikian sampai tujuh makam. Lalu beliau berdiri diantara makam
-makam itu dan berkata dengan nada tinggi,

"Wahai fulan, wahai fulan... Kalian telah meninggal dan kalian
mendahului kami sedang kami akan segera menyusul."

Kemudian beliau menangis dan tenggelam dalam fikirannya. Setelah
beberapa saat, beliau menghampiri kami dengan wajah sembab dan air
matanya berlinang bagaikan mutiara yang cemerlang.
[Shifah, IV/135-136]
------------ --------- --------- --------- --------- --------- -

Dari Abu Qubail bahwa Umar bin Abdul Aziz rohimahullah menangis,
sedangkan beliau masih kanak-kanak. Hal itu terdengar oleh ibunya.
Lalu ia dipanggil.

Ibunya bertanya, "Anakku, apa yang menyebabkan engkau menangis ?" Dia
menjawab, "Saya ingat tentang kematian." Maka ibunya pun menangis. Dan
adalah jika Umar ingat kematian, anggota badannya bergetar. Pernah ada
seseorang membaca ayat:

Dan apabila mereka dilemparkan ke tempat yang sempit di neraka
itu dengan dibelenggu, mereka di sana mengharapkan kebinasaan.
[QS Al -Furqon(25): 13]

dihadapannya, dia menangis dengan keras, lalu dia berdiri dan beranjak
ke rumah dan orang-orang meninggalkannya. [al-Bidayah wa Nihayah:
IX/217]
------------ --------- --------- --------- --------- --------- -

Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda,
"Perbanyaklah kalian mengingat kejadian yang akan menghancurkan
segala kelezatan, yakni kematian." [HR Tirmidzi, Nasa'I, Ibnu
Majah, Ahmad, Ibnu Hibban; Riyadhus Shalihin, Minhajul Qashidin]

Dari Abu Ya'la (Syaddad) bin Aus ra, berkata, Rasulullah saw bersabda:
"Seorang yang sempurna akalnya ialah yang mengoreksi dirinya,
dan mempersiapkan amal sebagai bekal untuk mati. Dan orang yang
rendah yaitu yang selalu menurutkan hawa nafsunya, di
samping itu mengharapkan berbagai angan-angan kepada
Allah." [HR Tirmidzi, Riyadhus Sholihin]
------------ --------- --------- --------- --------- --------- -

Ibnu Mas'ud ra berkata:
"Sesungguhnya kamu sekalian berada di tengah perjalanan siang
dan malam. Di tengah lingkaran ajal yang terbatas. Di tengah
amal perbuatan yang selalu terpantau. Sementara kematian datang
dengan tiba-tiba.

Barang siapa yang menanam kebajikan, niscaya ia akan
menuai kebahagiaan. Barang siapa yang menanam kejahatan, niscaya
ia akan menuai penyesalan. Setiap orang yang bercocok tanam, akan
menuai yang setimpal dengan apa yang ditanamnya.

Orang yang lambat, tidak akan mendahului orang lain
mengambil bagiannya. Demikian pula orang yang bernafsu, tidak
akan memperoleh sesuatu yang tidak ditakdirkan baginya.

Siapa saja yang mendapat kebaikan, Allah-lah yang memberikan
kebaikan itu kepadanya. Siapa saja yang selamat dari bahaya,
Allah-lah yang memelihara dirinya dari bahaya tersebut.

Orang-orang yang bertakwa adalah orang-orang terhormat. Dan para
Ahli fiqh adalah para pembimbing ummat. Duduk-duduk (belajar)
bersama mereka adalah keutamaan." [Siyaru a'lamu Nubalaa': 1/4971]
------------ --------- --------- --------- --------- --------- -

Al Atha' al Kharasani berwasiat:
"Aku tidak mewasiatkan kepada kamu sekalian tentang urusan
dunia. Untuk urusan itu, kalian telah banyak mendapatkannya.
Yang aku wasiatkan kepada kalian adalah urusan akhirat kalian.

Ambillah bekal dari dunia yang fana ini untuk kehidupan akhirat
yang abadi. Jadikanlah dunia ini seperti sesuatu yang
sudah kamu tinggalkan. Dan demi Allah, kamu memang pasti akan
meninggalkannya.

Dan jadikanlah kematian itu seperti sesuatu yang telah kamu
rasakan. Dan demi Allah, kamu memang akan merasakannya.

Jadikanlah akhirat itu seperti tempat yang telah kamu singgahi.
dan demi Allah, kamu memang akan singgah di sana.

Ia (akhirat) adalah kampung halaman setiap manusia. Dan tak
seorang pun yang keluar bepergian tanpa mempersiapkan bekalnya.

Orang yang mempersiapkan bekal yang berguna buat dirinya, ia
akan bahagia. Sedangkan orang yang keluar bepergian tanpa
mempersiapkan bekal, ia akan menyesal.

Kalau ia kepanasan, ia tak akan mendapatkan tempat berteduh. Kalau
ia kehausan, tak akan mendapatkan air pelepas dahaga.

Sesungguhnya perjalanan hidup dunia ini pasti berakhir. Orang
yang paling kuat adalah yang selalu bersiap-siap untuk
perjalanan yang tiada berakhir (akhirat)." [Shifatus Shofwah: 5/151]
------------ --------- --------- --------- --------- --------- -

Abu Ubaidah Ibnul Jarrah ra berwasiat menjelang wafatnya:
".. dan janganlah kalian terpedaya oleh kenikmatan dunia.
Sesungguhnya andaikata seseorang diberi usia seribu tahun, pasti pada
akhirnya dia akan mengalami seperti yang kalian lihat sekarang.
Sesungguhnya Allah swt telah menentukan kematian setiap bani
Adam. Mereka pasti akan meninggal. Dan yang paling cerdik di antara
mereka adalah yang paling taat kepada Tuhannya serta yang
paling beramal untuk kehidupan akhiratnya.. ." [ar Riyadh an
Nadhrah: 4/358]
------------ --------- --------- --------- --------- --------- -

Hasan al Bashry berkata,
"Kematian melecehkan dunia dan tidak menyisakan kesenangan bagi
orang yang berakal. Selagi seseorang mengharuskan hatinya untuk
mengingat mati, maka dunia terasa kecil di matanya dan segala apa
yang ada di dalamnya menjadi remeh." [Minhajul Qashidin]
------------ --------- --------- --------- --------- --------- -

Syumaith bin Ajlan berkata,
"Siapa yang menjadikan kematian pusat perhatiannya, maka dia
tidak lagi peduli terhadap kesempitan dunia dan kelapangannya. "
[Minhajul Qashidin]
------------ --------- --------- --------- --------- --------- -

Dari Abu Zakaria at Taimy dia berkata, 'Tatkala Sulaiman bin Abdul
Malik berada di Masjidil Haram, tiba-tiba ada yang menyodorkan
selembar batu yang berukir.Lalu dia menyuruh orang untuk membacanya.
Ternyata di batu itu tertulis:

"Wahai anak Adam, andaikan engkau tahu sisa umurmu, tentu engkau
tidak akan berangan angan yang muluk-muluk. Engkau akan beramal
lebih banyak lagi dan engkau tidak akan terlalu berambisi.
Penyesalanmu akan muncul jika kakimu sudah tergelincir dan keluargamu
sudah pasrah terhadap keadaan dirimu, dan engkau akan
meninggalkan anak serta keturunan. Saat itu engkau tidak bisa kembali
lagi ke dunia dan tidak bisa lagi menambah amalmu. Berbuatlah untuk
menghadapi hari kiamat, hari yang diwarnai penyesalan dan kerugian."
[Minhajul Qashidin]
------------ --------- --------- --------- --------- --------- -

Umar bin Khaththab ra berkata,
"Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab. Dan timbanglah amal
kalian sebelum kalian ditimbang. Sesungguhnya akan lebih ringan hisab
yang akan kalian hadapi besok, jika kalian mau menghisab diri kalian
hari ini. Berhiaslah (bersiaplah) untuk menghadapi hari ditampakkannya
seluruhnya. "
(firman Allah:)
Pada hari itu kamu dihadapkan (kepada Rabbmu), tiada sesuatupun
dari keadaanmu yang tersembunyi (bagi Allah). [QS Al
Haqqah(69): 18]
[Shifah, I/149]

...
------------ --------- --------- --------- --------- --------- -

** KEMATIAN, MASA DEPAN YANG KELAK PASTI TERJADI

Firman Allah swt:

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada
hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan
dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga maka sungguh ia telah
beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang
memperdayakan. [QS. Ali Imran(3): 185]

Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu,
kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh ... [QS. An
Nisaa'(4): 78]

Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusiapun sebelum
kamu (Muhammad), maka jikalau kamu mati, apakah mereka akan kekal ?
Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu
dengan keburukan dan kebaikan sebagai ujian (yang sebenar
-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan. [QS. Al
Anbiyaa' (21): 35]

Katakanlah: "Lari itu sekali-kali tidaklah berguna bagimu, jika
kamu melarikan diri dari kematian atau pembunuhan, dan jika
(kamu terhindar dari kematian) kamu tidak juga akan mengecap
kesenangan kecuali sebentar saja". [QS. Al Ahzaab(33): 16]

Sesungguhnya kamu akan mati dan sesungguhnya mereka akan mati
(pula). [QS. Az Zumar(39): 30]

Kemudian, sesudah itu, sesungguhnya kamu sekalian benar-benar akan
mati. Kemudian sesungguhnya kalian akan dibangkitkan di hari
kiamat. [QS Al Mu'minuun(23) : 15,16]

------------ --------- --------- --------- --------- --------- -
"Di mana kita diantara akhlak para salaf ?"
------------ --------- --------- --------- --------- --------- -

Al Faqir ila Robbi

Maraji':
1. "Aina Nahnu min Akhlaqis Salaf", Abdul Aziz B. Nashir al Jalil.
Edisi Indonesia: 'Panduan Akhlaq Salaf', At Tibyan, Solo.
2. "Mukhtashar Minhajul Qashidin", Ibnu Qudamah al Maqdisy.
Edisi Indonesia: 'Minhajul Qashidin, Jalan Orang-Orang yang
mendapat Petunjuk', Pustaka al Kautsar.
3. "Ahwal al Qubur Shuwaruha Asbabuha An Najatu Minha", Syaikh
Muhammad Majdi Asy Syahawi
Edisi Indonesia: 'Prahara Alam Kubur', Al Kautsar Jakarta
4. Lain-lain catatan pribadi.

SUMBER:
Dari sebuah milis

Wednesday, January 03, 2007

Kesabaran Orang Beriman

Sungguh luar biasa seorang mukmin itu.
Seluruh perkara dalam hidupnya bernilai positif.
Apabila ia mendapatkan kemudahan, maka ia bersyukur.
Itu positif (baik) baginya.
Apabila ia ditimpa kesulitan, maka ia bersabar.
Itupun positif (baik) baginya.
(Hadits)