Sunday, July 31, 2022

Puisi Sebuah Tanya (Soe Hok-Gie, 1 April 1969)

Puisi Sebuah Tanya (Soe Hok-Gie, 1 April 1969)

Akhirnya semua akan tiba
Pada suatu hari yang biasa
Pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui

Apakah kau masih berbicara selembut dahulu
Memintaku minum susu dan tidur yang lelap?
Sambil membenarkan letak leher kemejaku

(kabut tipis pun turun pelan-pelan
di lembah kasih, lembah mendalawangi
kau dan aku tegak berdiri
melihat hutan-hutan yang menjadi suram
meresapi belaian angin yang menjadi dingin)

apakah kau masih membelaiku semesra dahulu
ketika kudekap kau dekaplah lebih mesra, lebih dekat

(lampu-lampu berkelipan di Jakarta yang sepi
Kota kita berdua, yang tua dan terlena dalam mimpinya
Kau dan aku berbicara
Tanpa kata, tanpa suara
Ketika malam yang basah menyelimuti Jakarta kita)

Apakah kau masih akan berkata
Kudengar derap jantungmu
Kita begitu berbeda dalam semua
Kecuali dalam cinta

(hari pun menjadi malam
Kulihat semuanya menjadi muram
Wajah-wajah yang tidak kita kenal berbicara
Dalam bahasa yang kita tidak mengerti
Seperti kabut pagi itu)

Manisku, aku akan jalan terus
Membawa kenang-kenangan dan harapan-harapan
bersama hidup yang begitu biru

🦋


Friday, July 29, 2022

Night of contemplation


Don't look back too much... you will hit a tree

Look down and regret your sin...

Look ahead, start a new journey... you will be alright :-D

Become better person.... 

You will be OK 

(/@kI) 🐛🦋 <3

-1444 H-

Friday, July 08, 2022

ax7dG

Dalam ketidakberdayaan manusia ingat Tuhan, itu biasa

Mengapakah tidak ingat pada saat berdaya, sejatinya Tuhanlah yang membuatmu berdaya

-Bgr 9.07.22