« Home | Tulisan Tulus » | Semu » | *Eminence star* » | Learn is never ending thing huh? » | Kesabaran yang diuji » | Bersyukur » | Deep Supplication » | Pak tani dan cangkulnya » | Cara Menyucikan Hati » | Pekerjaan » 

Sunday, June 10, 2007 

Dari balik jendela kereta

Di balik jendela kereta, aku melihat seorang wanita. Sedang duduk asik membaca majalah di ruang tunggu di "bahnsteig"*. Di sampingnya duduk seorang pria setengah baya yang sedang asik menyedot dan mengepul-ngepulkan asap rokok ke udara. Lalu kulihat wanita tersebut berpaling ke arahnya dan berkata-kata. Sepertinya wanita tersebut mencoba mengingatkan bahwa jangan merokok di sana karena daerah tersebut adalah non-smoking area.

Sekarang aku melihat wanita tersebut mengacungkan tangannya dan menunjuk ke daerah "Free smoking area". Kuterjemahkan: eh pak, kalau mau merokok di sana dong, tuh ada daerah bebas ngerokok! Jangan di sini dong! (capee deh)

Namun, sang Pria "belegug", tampak angkuh, wajahnya dingin seperti mafioso atau mungkin, Robert De Niro. Masih asik berkutat dengan rokok filternya yang terselip dangkal di bibirnya. Sekali lagi wanita tersebut mencoba meyakinkan sang Pria namun pria tersebut acuh saja, tanpa ekspresi sedikitpun.

Merasa jengah omongannya tidak digubris. Sang wanita mencoba taktik lain. Lirikan mata sinis! Tajam! Aih, tiba-tiba aku ingat bagaimana Singa ketika memamerkan taring-taringnya untuk menggertak musuhnya.

Dan, akhirnya sang pria tersebut pun minggat dari tempat duduknya menuju "Free smoking area". Wah, usaha yang gigih dari sang wanita tersebut akhirnya membuahkan hasil, pikirku.
Tepat pada saat ku berpikir seperti itu, sang Pria mematikan rokoknya dan menuju ke dalam kereta yang kutumpangi dan beberapa menit kemudian kereta pun berangkat.

Ups, tampaknya sang Pria pergi bukan karena usaha sang Wanita tersebut. Tapi karena memang keretanya akan segera berangkat!

Aaah life!

Istilah:
Bahnsteig: Peron
Belegug: Tidak sopan


Pelajaran/ Ibrah:

Pertama
Semangat nahi munkar dari Sang Wanita untuk mengingatkan kepada Sang Pria tentang aturan yang berlaku. Sepertinya bagi sebagian diri kita, termasuk penulis, hal ini agak jarang kita lakukan. Dengan macam-macam alasan: takut nanti orang tersebut tersinggung, tidak mau ambil pusing dengan hal sepele, dan lain-lain.

Ada ungkapan menarik dari orang di sini (Jerman) ttg diri mereka sendiri: bahwa setiap orang Jerman adalah polisi kecil. Jika mereka melihat ada orang lain di sekitar mereka melakukan pelanggaran maka mereka akan segera menegur orang tersebut. Bahkan walaupun mereka punya kesibukan mereka akan selalu punya waktu untuk menegur seseorang yang melakukan pelanggaran. Dalam beberapa kasus, mereka bahkan akan langsung menelepon polisi.

Kedua
Sepertinya imajinasiku berlebihan ^_^'

Ketiga
Ayo kembangkan sikap saling menghargai. Bagi para perokok, ayo dong tahan sebentar untuk merokok di tempat umum. Malah lebih baik kalau sedikit demi sedikit meninggalkan kebiasaan tersebut. Pas ada keinginan merokok, buru-buru uangnya dimasukkan ke kotak amal. Anda dapat dua amal kebajikan: meninggalkan amal perbuatan yang sia-sia dan berinfak.


Fatahillah, Rehlingstrasse 12

%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Now you can see how amazing what could human do with his imagination! :-D
I did not hear their conversation
I just translate their gestures and expressions
May be what happened was totally different with what I had in mind
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%

Labels: