« Home | Tips Menghindari Pornografi (English Version) » | Masa-masa mahasiswa (sekarang juga masih sih) » | my blog in google search engine » | Pertanyaanku dijawab sama eramuslim » | Menari bersama angin » | Menjaga Prasangka » | For Women » | Poetry 3 » | Poetry 2 » | Poetry » 

Wednesday, November 30, 2005 

Teman sejati

Sungguh menyenangkan memiliki seseorang yang tak lelah menyemangati kita bahkan pada saat kita merasa seakan2 tidak ada lagi harapan tersisa. Menatap dan berbicara dengan hati yang tulus ikhlas mengusir kegundahan jiwa. Mau mendengarkan dengan ikhlas seikhlas ketika ia berbicara untuk memberikan koreksi. Dan mengerti atau mencoba untuk mengerti walaupun diri kita kadang sulit untuk dimengerti.

Sungguh menyenangkan bila kita mempunyai seseorang yang dengan sentuhannya seakan-akan bandul2 dan api yang ada di dada menjadi tiada. Mempercayai setiap perkataan kita bahkan pada saat orang lain mulai tak mendengarkan. Mengingatkan di kala kita salah dengan tegurannya yang lembut tak menggores jiwa. Hadir di saat yang lain mulai meninggalkan diri kita. Dan selalu membuat kita merasa punya arti dalam kehidupan ini.

Sungguh suatu anugerah yang tak ternilai ketika ada seseorang di sisi kita yang mampu mentransfer nilai2 positifnya ke dalam diri kita seakan-akan jiwa kita dipenuhi nilai2 positif itu dan siap untuk mentransfernya lagi kepada orang lain.

Sungguh suatu karunia yang tak akan kulepaskan walau dengan harga dunia ini beserta isinya ketika aku bertemu dengan seseorang yang dengannya membuatku mengingat Allah dan semakin mencintai-Nya.

Sungguh aku ingin menjadi seseorang itu bagi mu.... namun terkadang diri ini menjadi orang yang sebaliknya. Maukah engkau menjadi seseorang itu bagiku saat itu? Teman Sejati. Sahabat.



Izinkan hamba menulis sebait isi hati:

Kau mengangkat dan menegakkan jiwa ku yang lunglai membungkuk
Senyummu secerah mentari di pagi hari yang menyinari dan memberi semangat (sebuah harapan)
Tatapan matamu sesejuk embun pagi yang membasuh berat beban di hati
Kehadiranmu di sisi membuatku merasa berarti dalam hidup ini


FATAHILLAH, WIEN 29.11.05
Saat merenung akan arti sebuah persahabatan
Aku tak akan bertanya adakah seorang sahabat sejati untukku namun aku akan mencoba menjadi sahabat sejatimu, semoga.

kalaulah pembaca tak melihat photo kiut (cute) di pojok kanan atas itu, orang akan berfikir bahwa tulisan ini digores oleh seorang yang kenyang asam garam dunia tulis menulis, bisa seorang kolumnis atau jurnalis.

kalau kubaca tulisanku sendiri, kalaulah tak melihat wajah oldisku, orang akan berfikir itu tulisan seorang pemula (emang bener sih). He3x.

orang sepeerti uda Robi lah salah satu tipe yang saya sebutkan dalam tulisan ini. Mampu mentransfer nilai2 positif (dalam bentuk pujian), membuat kita semangat untuk terus berkarya :) semoga suatu saat saya bisa seperti beliau

Luar biasa mantap

tak tebayangkan sebelumnya
pria kece nd imut serta menaw2an hati ini bisa melanglang buana demi mencari ridha Ilahi Rabbbi

Salut buat jaya

Semoga dapat membantu teman2 yang masih tertinggal jauh diblakang terminal bubulak

I miss u so Mat

Post a Comment